Tentang curahan pikiran dan ulasan mengenai masalah sosial ekonomi. Yang ini agak serius.
Peran Penting Koperasi dalam Manajemen Risiko Bencana
Sehari Tanpa Internet Bagai Sehari Tanpa Nasi
Tingginya Gunung Tak Hanya Sekadar 5 cm
Senin, 04 Januari 2016
Senin, 16 November 2015
2015
2014
![]() |
membelah belantara Kalimantan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat |
![]() |
dermaga pasar Mardika Ambon, Maluku |
![]() |
Gede Pangrango T.N. Gunung Gede Pangrango |
![]() |
jalan sunyi Sorong, Papua Barat |
![]() |
lanskap mewah pantai Sadranan Gunung Kidul, DIY |
![]() |
di antara pasir berbisik dan raungai jip yang berisik T.N. Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur |
![]() |
sabana dan langit biru Sorong, Papua Barat |
2013
![]() |
danau Toba Tanah Karo, Sumut |
![]() |
sabana Sumba Sumba Timur, NTT |
![]() |
di bawah naungan pelangi Teluk Bintuni Teluk Bintuni, Papua Barat |
![]() |
bukit belakang sekolah Sumba Timur, NTT |
![]() |
wilujeng enjing Garut, Jawa Barat |
![]() |
lelap Teluk Bintuni, Papua Barat |
![]() |
biru Raja Ampat, Papua Barat |
![]() |
danau Toba Tanah Karo, Sumatera Utara |
![]() |
sungai Otoweri Fakfak, Papua Barat |
Rabu, 11 November 2015
Selamat Datang di Kota Juang Nanga Pinoh
Tugu Juang Nanga Pinoh |
Sekitar enam jam perjalanan dari
Pontianak sampailah di pertigaan jalan dengan sebuah tugu berada tepat di
tengah persimpangan jalan. Simpang Pinoh, begitu orang menamai simpang jalan
yang ditandai dengan tugu yang menggambarkan dua orang yang sedang mengibarkan
bendera merah putih. Sesuai namanya, simpang Pinoh menjadi jalan masuk ke kota
Nanga Pinoh. Sekitar setengah jam kemudian sampailah di kota Nanga Pinoh
ditandai dengan jembatan yang membelah sungai Pinoh. Dari jembatan kita bisa
melihat muara sungai Pinoh yang terhubung dengan sungai Melawi. Muara sungai
atau dalam bahasa setempat disebut “nanga” seringkali dijadikan pusat
perdagangan dan kemudian berkembang menjadi sebuah kota. Setelah melewati
jembatan kita memasuki kawasan pertokoan dan pasar yang menjadi pusat keramaian
di kota Nanga Pinoh.
Rabu, 28 Oktober 2015
Menanti Senja di Karimata, Mengantar Kepergian si Tua Arungi Samudera
mengantar kepergian sang Perintis arungi samudera |
Raungan sirene terdengar dari
arah dermaga. Sebuah kapal barang tua dengan tulisan “PERINTIS” di bagian atas
telah merapat dengan sempurna. Beberapa orang yang sedari tadi menunggu di
dermaga, segera menuju ke arah kapal. KM Terigas I, merupakan kapal perintis
yang melayani rute Semarang – Sambas PP. Kapal barang tua yang juga difungsikan
sebagai kapal penumpang ini menjadi satu-satunya transportasi umum yang singgah
di kepulauan Karimata. Dari sekian banyak pulau dan kampung, hanya dermaga
kampung Betok, Pulau Karimata lah yang dijadikan titik singgah kapal perintis.
Kapal perintis yang berlabuh di Karimata akan menuju ke Sambas atau Ketapang,
tergantung rute tujuan. Hanya dua kali dalam sebulan, kapal perintis
menyinggahi Karimata oleh karena itu kedatangan kapal ini selalu dinanti oleh
warga Karimata.
Langganan:
Postingan (Atom)