Tampilkan postingan dengan label merbabu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merbabu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Februari 2015

Dari Taman Edelweiss Sampai Puncak Merbabu yang Mempesona

3142 mdpl, serangkai bunga edelweiss yang masih kuncup tampak menari mengikuti irama angin. Angin yang senantiasa membawa udara dingin di puncak Merbabu. Kehangatan matahari pagi menjadi penawar dingin yang sempurna. Langit biru dengan seulas awan menaungi puncak dan sekitarnya. Tepat di sebelah selatan, Merapi berdiri dengan gagahnya. Cahaya keemasan terpantul dari lereng Merapi di sisi timur. Asap tipis membumbung keluar dari puncak salah satu gunung api teraktif di dunia itu.

1403680219864731737
Serangkai Edelweiss di Puncak Merbabu dengan latar Sindoro-Sumbing yang berdampingan 

Beralih ke barat, dua gunung kembar Sindoro-Sumbing tampak berdampingan. Tak jauh di sebelah timur terlihat gunung Lawu. Sementara itu, di arah utara tampak beberapa bukit dan gunung ungaran. Beberapa bukit yang menjulang membuat kontur tanah di sebelah utara Merbabu ini lebih bervariasi. Samar terlihat petak-petak lahan sayuran warga di lereng-lereng gunung serta bangunan perumahan.


14036803991442934087
lanskap sisi utara Merbabu

Puncak gunung Merbabu, dikenal dengan nama puncak Trianggulasi. Gunung Merbabu memiliki banyak puncak, dengan puncak Trianggulasi sebagai yang tertinggi. Sering juga para pendaki menjulukinya the seven summitskarena ada tujuh puncak di gunung ini. Terdapat tiga puncak dengan ketinggian di atas 3000 mdpl, yaitu Puncak Syarif, Puncak Kentheng Songo, dan Puncak Trianggulasi. Puncak Syarif berjarak sekitar sejam perjalanan ke arah timur puncak Trianggulasi. Di puncak Syarif ini kita bisa menikmati sunrise yang sempurna, dengan lautan awan di bawah dan tanpa terhalang bukit atau gunung. Puncak yang paling terkenal adalah Kentheng Songo. Dinamakan demikian karena terdapat batu berlubang membentuk lumpang yang konon berjumlah sembilan namun hanya tampak tiga saja. Puncak Kentheng Songo ini berada tepat di sebelah timur puncak Trianggulasi, hanya dengan lima menit perjalanan.

Senin, 21 April 2014

Pagi yang Sempurna di Puncak Syarif Merbabu

pagi yang sempurna di Puncak Syarif
Alarm HP berbunyi, menunjukkan pukul 02.30. Beberapa saat kemudian kami bertiga sudah terbangun dan duduk-duduk sambil mengumpulkan kesadaran. Malas rasanya keluar tenda dan merasakan udara dingin gunung Merbabu. Namun sesaat kemudian terdengar suara ajakan untuk muncak dari tenda sebelah. Tanpa buang waktu, kami segera berkemas seadanya untuk bekal summit attack. Senang rasanya bisa dapat kawan baru saat pendakian. Dalam pendakian gunung, kita mudah akrab dengan pendaki lain yang belum dikenal sebelumnya. Mungkin karena kesamaan tujuan dan “penderitaan” lah yang menyebabkan hubungan antar pendaki cukup hangat meski belum saling kenal.